RATAPAN SANG IBU PERTIWI
Wahai para generasi
penerus bangsa, tidakkah kau mendengar jeritan ibu pertiwi kita?
Tidakkah kau mendengar ratapan
dan tangisan negeri kita tercinta?
Saat kau memilih
menutup mata
Dan menikmati produk
yang akan menjajah kita
Setiap hari
terus-menerus berpura-pura
Menutupi rasa sakit
kita
Mendengarkan bualan
para pendusta
Membiarkan para bedebah
meraja lela
Saat para pengkhianat
dan penipu kau biarkan menjadi pemimpin
Dan kau lebih tenang di
pimpin oleh orang-orang yang pandir
Apa kau tidak mendengar
ibu pertiwi merintih, merana
Melihat kau
meninggalkan budaya kita yang kaya
Dan beralih ke
pergaulan bebas yang adi daya
Apa kau sudah mulai
lupa?
Saat gurumu berpetuah
Tentang para pemuda
yang dulu bersumpah
Atas nama tanah air kita
Atas nama bangsa dan
bahasa kita
Mengorbankan segenap
jiwa dan raga
Mengusir para penjajah
dari tanah hijau kita tercinta
Hilanglah sudah semua
Rumah yang dulu kita
harumkan
Tanah yang dulu kita
perjuangkan
Hanya tinggal lagu-lagu
yang mengingatkan masa kejayaan kita
Karena kita, karena
tangan kita
Karena kita memilih
terdiam
Dan menutup kedua
telinga kita
Kita biarkan rumah kita
kembali terjajah
Kita tak peduli
kehilangan rumah kita yang indah
Hanya untuk sejumput
uang haram
Hanya untuk secuil kekayaan
Zaman berubah, dan
negeri kita semakin terpecah belah
Apakah tanah kita masih
tanah surga yang dulu kita banggakan?
Apakah tanah air kita
ini masih tanah yang menjanjikan?
Sungguh memalukan! Itu
semua hanya tinggal kebohongan.
Sungguh menyedihkan! Itu
semua kini hanya tinggal bualan.
Sekarang, apa yang akan
kalian lakukan?
L.A
Tidak ada komentar:
Posting Komentar